Halaman

Welcome To My Blog

Conditional Sentences Type 1,2,3


CONDITIONAL SENTENCES

Conditional Sentence (=Kalimat pengandaian) adalah kalimat yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi seperti yang diharapkan.
Conditional Sentence (Kalimat Pengandaian) dalam bahada inggris selalu berbentuk kalimat majemuk (compound sentence), yaitu kalimat yang terdiri atas Main Clause (Induk Kaimat) dan Subordinate Clause (Anak Kalimat). Pada bentuk conditional sentence ini antara induk kalimat dengan amak kalimat dihubungkan dengan “ if (jika) ”.
Main clause (induk kalimat) adalah bagian dari kalimat majemuk yang dapat berdiri sendiri serta memiliki arti yang lengkap jika berpisah dari bagian yang lain dalam kalimat majemuk.
Sedangkan Subordinate Clause (anak kalimat) adalah bagian dari kalimat majemuk yang tidak dapat berdiri sendiri seandainya berpisah dari bagian yang lain dalam kalimat majemuk.
Terdapat tiga tipe conditional sentence. Secara singkat ketiga tipe tersebut bisa dilihat di tabel berikut:
Conditional Sentence Type I
Kalimat conditional disebut juga dengan kalimat pengandaian. Contoh di bawah ini:
If I have a lot of money, I will go to America.
I will sleep if I am sleepy.
If my father has much money, he will buy a new house.
Ketiga contoh di atas adalah contoh dari conditional sentence. Conditional sentence terdiri dari 2 bagian yaitu: subordinate clause dan main clauseSubordinate clause (if + clause) merupakan pernyataan syarat atau kondisi. Sedangkan main clause pada conditional sentence adalah pernyataan akibat terpenuhinya (+) atau tidak terpenuhinya (-) persyaratan yang ada pada subordinate clause atau kondisi yang ada pada subordinate clause.
Perhatikan kembali contoh di atas:
If  I have a lot of money…(subordinate clause) kalimat ini merupakan syarat untuk terjadinya sesuatu yaitu : I will go to America. (main clause). Jadi saya akan pergi ke Amerika jika saya mempunyai banyak uang.
Conditional sentence type 1
Conditional sentence type 1 bermakna future karena akibat (main clause) berbentuk future dan subordinate clause berbentuk simple present tense.  kejadian yang ada pada main clause yang berbentuk future tersebut akan terjadi bila persyaratan yang ada pada subordinate clause (if…) terpenuhi.
Rumus condtional sentence type 1
If +simple present tense, Simple future tense
Simple future tense + if + simple present tense
NOTE: jangan lupa memasukan , (comma) jika ingin meletakkan subordinate clause terlebih dahulu. Tidak perlu meletakkan koma jika main clause anda masukan terlebih dahulu.
If she has my address, she will send the invitation to me.
They will buy a car if they have money.
My mother will go to Bali if she has a lot of money.
You will be late if you sleep late.
He will not come if you are angry with him.
Conditional Sentence Type II
Conditional sentence type II  Rumusnya sebagai berikut:
If   +  Simple past tense  +  ,  +  Past future tense
Past future tense + if + simple past tense
Contoh:
If I found her address, I would send her an invitation.
I would send her an invitation if I found her address.
If I had a lot of money, I wouldn’t stay here.
If I were you, I would not do this.
Conditional type II ini digunakan sebagai aplikasi kejadian masa sekarang atau present. Kejadiannya akan terjadi jika kondisi yang ada pada subodinate clausenya berbeda.
Contoh :
Example: If I found her address, I would send her an invitation.
Pada contoh di atas, telah jelas bahwa saya ingin mengirimkan undangan kepada seorang teman. Saya sudah mencari alamatnya tetapi tidak ditemukan. Jadi tidak mungkin saya akan mengirimkan undangannya karena saya tidak mengetahui alamatnya.  Jadi fakta dari kalimat conditionalnya pada contoh di atas adalah: tidak jadi mengirimkan undangan karena tidak mengetahui alamatnya.
Contoh lain:
If John had the money, he would buy a Ferrari.
Saya kenal John. Dia tidak punya banyak uang (ini fakta yang ada). Akan tetapi dia sangat suka denga mobil ferari dan sangat ingin membelinya. Akan tetapi ini hanya mimpi John belaka karena tidak mungkin dia membeli ferari karena dia tidak punya uang.
Dari penjelasan ini sangat jelas perbedaan conditional sentence type I dan II. Pada type I… kondisinya pada subordinate clause berbentuk present dan ini kemungkinan besar terjadi. Sedangkan pada type II, kondisi pada subordinate clause berbentuk simple past tense yang menyatakan masa lampau..yang jelas jika masa lampau adalah masa yang sudah lewat dan kita telah mengetahuinya. Jadi type dua adalah kalimat pengandaian yang tidak mungkin terjadi, sedangkan type I bisa saja terjadi.
Conditional Sentence type III
Pada conditional sentence type II merupakan aplikasi dari kondisi atau kejadian yang ada pada masa present/simple present tense, sedangkan type III ini merukan aplikasi kejadian masa lampau atau simple past tense. Terkadang, di masa lampau kita mempunyai keinginan yang tidak dapat kita wujudkan. Lalu kita ingin bercerita kepada teman atau orang lain. Misalkan:
“ tahun lalu, saya ingin membeli rumah baru, akan tetapi saya tidak punya uang.”
Perhatikan contoh di atas yang sengaja saya buat dalam bahasa Indonesia! Bahwasanya tahun lalu (masa lampau) saya ingin membeli rumah baru dan saya tidak punya uang. Jadi conditional type I adalah pengandaian yang kemungkinan besar terjadi, type II aplikasi masa present yang merupakan pengandaian yang tidak mungkin terjadi  dan type III adalah  aplikasi kondisi masa lampau atau bentuk past tense yang memang sudah pasti tidak terjadi karena merupakan aplikasi masa lampau.
Rumus conditional type III
If  + Past perfect + , + Past future perfect tense
Past future perfect tense + if + past perfect
Contoh:
If I had found her address, I would have sent her an invitation.
I would have sent her an invitation if I had found her address.
If I hadn’t studied, I wouldn’t have passed my exams.
If John had had the money, he would have bought a Ferrari.  
Sumber :
  1. [Sumber : ABC Plus (Acurate, Bright & Clear) English Grammar, Penulis : Drs. Rudy Hariyono – Andrew Mc. Carthy, Tahun 2008, hal : 520-522.]
  2. http://linggris.wordpress.com/2010/07/25/conditional-sentences/
  3. http://belajarbahasainggrisonlinegratis.blogspot.com/2013/02/conditional-sentence-type-i.html
  4. http://belajarbahasainggrisonlinegratis.blogspot.com/2013/02/conditional-sentence-type-2.html
  5. http://belajarbahasainggrisonlinegratis.blogspot.com/2013/02/conditional-sentence-type-iii.html 

MEKANISME KLIRING, MEKANISME TRANSAKSI DAN PORTOFOLIO KEUANGAN


1. Mekanisme Kliring
Siti Bank memiliki giro bernama Ali. Suatu saat Ali mengirim cek kepada Atun sebesar 50jt, kemudian Atun ingin mencairkan ceknya melalui Karman Bank tetapi tidak bisa langsung mencairkan ceknya. Untuk mencairkan cek, harus melalui perantara ke BI. BI akan menjadi perantara dengan syarat Siti dan Karman mempunyai simpanan di BI. Itu disebut rekening koran pada BI (R/K pada BI), dan jumlahnya minimal 8% dari deposit.
Akhirnya setelah Atun dapat mencairkan cek melalui BI, nama suratnya adalah Nota debet keluar. Dana Karman pada BI bertambah dan dana Siti pada BI berkurang sebesar 50jt. Prosesnya, uang di Giro Ali dikirim ke BI, dari BI uang Siti dikirim ke Karman dari simpanan BI, lalu dikirim ke Atun.
Nota debet terjadi jika Karman menerima cek dari bank lain dan harus menagih ke bank lain.
Jasa Bank :
-        Kliring
-        Transfer
-        Inkaso
-        L / C
-        Bank Garansi
-        Sefe Deposit Box
-        Dll


Catatan pembukuannya :
  • Ada transaksi lain di kliring
Suatu saat Atun mengirim uang ke Ali sebesar 20jt. Atun datang ke Karman untuk meminta dikirim ke Ali. Lalu Karman mengirim surat lagi ke BI, itu disebut dengan nota kredit keluar sebesar 20jt. Dan uang di giro Ali akan bertambah. Tapi ternyata Ali tidak memiliki uang, maka Siti membuat surat namanya adalah Tolakan Kliring.
Catatan pembukuannya :
  • +  menang kliring
Jika menang akan menambah simpanan pada BI (+ R/K pada BI).
  • - kalah kliring
Jika kalah akan mengurangi R/K pada BI (- R/K pada BI).
Andaikan Siti kalah kliring. Siti menyimpan uang di BI 8% dari deposit sebesar 100jt. Maka siti menyimpan uang di BI sebesar 8jt, dan Siti kalah 2jt. Sehingga dana Siti berkurang menjadi 6jt. Dengan adanya kekurangan 2jt ini dicari dengan cara call money (pinjam ke bank lain), hitungannya pernight (p.n). Call money adalah pinjaman antar bank karena peristiwa kliring
Dari peristiwa itu, Siti mengantisipasi dengan menyimpan dana di BI sebesar 12jt.
  • 8jt wajib, disebut dengan Reserve Requirement
  • Sisanya 4jt, disebut dengan Excess Reserves
Jika bank menyimpan dana kurang dari 8%, maka bank itu tidak boleh melakukan kliring, sehingga tidak bisa menjadi bank.
 2.  Mekanisme Transfer

Melakukan transfer menggunakan Rekening antar kantor (RAK). Siti dan Karman dapat melakukan kliring jika sama-sama berada di wilayah Jakarta. Jika berbeda daerah, itu dinamakan Transfer.
Contoh kasus
Siti Jkt ingin melakukan kliring ke BPD Papua Mamuwere, maka prosesnya :
Seandainya di Papua tidak ada Siti Bank Papua, maka BPD Papua transfer uang ke BPD Papua di Makasar lalu dari BPD Papua Makasar mengirim kliring ke Siti Makasar. Kemudian Siti Makasar mengirim ke Siti Jkt.
3. Portofolio Keuangan
Asset
  • Cash Reserves :
-        Kas : misalkan pada awal bulan bisa ada kas lebih besar.
-        R/K pada BI : R/K BI ada aturannya, yaitu minimal 8% dari deposit.
  • Loan : Cash Out Flow terbesar
LDR (Loan to Deposit Ratio)
Peraturannya kredit maksimal 110% dari deposit, 110% ditutup dari modal masing-masing bank.
LDR mengandung dua pengertian :
  1. Multiplier : bank sebagai multiplier dari fungsi keuangan, pengganda uang.
  2. Kehati-hatian : bahwa setiap kredit yang disalurkan harus memasukkan modal dari bank tersebut.
KUR / KUK / KUKM : minimal 20% dari loan. Ini berlaku pada loan.
  • Securities
-        Call money
-        Obligasi dan Stock
Jika bank membeli obligasi di pasar uang, pengurang lain akan dicatat di securities.
2 produk besar pada bank adalah Kredit (i2) dan Deposit (i1).
Liabilities
  • Deposit :
-        Tabungan (saving deposit)
-        Giro (demand deposit)
-        Deposito (time deposit)
Dari ketiga macam deposit, dinamakan dengan dana pihak ketiga (cash inflow terbesar)
  • Securities :
-        Kredit Likuiditas BI (KLBI)
-        Call money
-        Pinjam holding
-        Obligasi
Dari keempat macam securities dinamakan dana pihak kedua.
  • Capital :
-        Stock / Saham
-        Modal sendiri
Dari kedua macam capital, dinamakan dana pihak pertama.

BAHASA INDONESIA 2 (DEDUKTIF)


Paragraf deduktif 
Paragraf dengan kalimat utama di awal, kemudian diikuti oleh kalimat penjelas. 
Ciri-ciri paragraf berpola deduktif
Penalaran deduktif adalah proses penalaran yang bertolak dari peristiwa peristiwa yang sifatnya umum menuju pernyataan khusus. Apabila diidentifikasi secara terperinci, paragraf berpola deduktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 
1) Letak kalimat utama di awal paragraf. 
2) Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan  khusus. 
3) Diakhiri dengan penjelasan
Contoh : 
Setiap individu bersifat unik. Artinya, ia memiliki perbedaan dengan yang lain. Perbedaan itu bermacam-macam, mulaidari perbedaan fisik, pola berpikir, dan cara merespons atau mempelajari hal yang baru. Dalam hal ini, misalnya dalam menyerap pelajaran, ada individu yang cepat dan ada yang lambat. 
Paragraf tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. 
Kalimat utama : Setiap individu bersifat unik. 
Kalimat penjelas : 
1. Artinya, ia memiliki perbedaan denganyang lain. 
2. Perbedaan itu bermacam-macam, mulaidari perbedaan fisik, pola berpikir, dancara merespons, atau mempelajari halyang sama.
3. Dalam hal ini, misalnya dalam menyerap pelajaran, ada individu yang cepat dan ada yang lambat.
Referensi paragraf :
 Pendidikan Pisikologi